Judul: Graffiti Gratitude
Antologi Puisi Cyber
Penerbit: Yayasan Multimedia Sastra (YMS)
dan Penerbit Angkasa
Tahun: 2001
Harga: Rp 35.000
Jl. Cempaka No. 112 Perumnas Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta. Kontak: SMS 087839297524 BB 323C0C8F e-mail: penerbitkujang@gmail.com
12/31/2015
Selingkuh Itu Indah
Judul: Selingkuh Itu Indah
Jenis: Kumpulan Cerpen
Pengarang: Agus Noor
Penerbit: Galang Press
Tahun: 2001
Tebal: 237 hlm
Harga: Rp 35.000
TERJUAL
Jenis: Kumpulan Cerpen
Pengarang: Agus Noor
Penerbit: Galang Press
Tahun: 2001
Tebal: 237 hlm
Harga: Rp 35.000
TERJUAL
Impian Perawan
Judul: Impian Perawan (Cerita-Cerita)
Jenis: Kumpulan Cerpen
Pengarang: Nugroho Suksmanto
Penerbit: Gramedia
Harga: Rp 35.000
Masih berhargakah nilai kesucian di jaman pergaulan bebas sekarang? Seorang perempuan dalam buku ini memaknainya dengan penuh keyakinan, walaupun kisah cintanya mesti bertemu dengan takdir yang tidak selalu berpihak pada yang benar.
Dalam "Impian Perawan", sekelumit nostalgia petualangan kanak-kanak dan suasana saat sang ibu mangkat diceritakan Nugroho Suksmanto selain cerita di balik kejadian yang muncul dalam pemberitaan media massa.Tentang obsesi seorang artis yang ingin meraih posisi di panggung politik. Skandal utang yang menggoncang keuangan negara dan meruntuhkan sistem perbankan nasional. Cerita tragis gadis yang ingin menghindar dari praktek perdagangan perempuan. Harapan masyarakat Betawi yang bertahan di selatan setelah terpinggirkan oleh kehadiran budaya dan peradaban para pendatang yang menyerbu Jakarta. Serta rangkaian tragedi yang menimpa dunia seperti musibah kecelakaan pesawat yang menimpa adik ipar penulis. Ia juga mengajak kita merenungi nasib dan perasaan perempuan yang dihadapkan pada pilihan yang harus dijalani, seperti menerima pilihan untuk dimadu atau pilihan untuk menjual “madu”.
Jenis: Kumpulan Cerpen
Pengarang: Nugroho Suksmanto
Penerbit: Gramedia
Harga: Rp 35.000
Masih berhargakah nilai kesucian di jaman pergaulan bebas sekarang? Seorang perempuan dalam buku ini memaknainya dengan penuh keyakinan, walaupun kisah cintanya mesti bertemu dengan takdir yang tidak selalu berpihak pada yang benar.
Dalam "Impian Perawan", sekelumit nostalgia petualangan kanak-kanak dan suasana saat sang ibu mangkat diceritakan Nugroho Suksmanto selain cerita di balik kejadian yang muncul dalam pemberitaan media massa.Tentang obsesi seorang artis yang ingin meraih posisi di panggung politik. Skandal utang yang menggoncang keuangan negara dan meruntuhkan sistem perbankan nasional. Cerita tragis gadis yang ingin menghindar dari praktek perdagangan perempuan. Harapan masyarakat Betawi yang bertahan di selatan setelah terpinggirkan oleh kehadiran budaya dan peradaban para pendatang yang menyerbu Jakarta. Serta rangkaian tragedi yang menimpa dunia seperti musibah kecelakaan pesawat yang menimpa adik ipar penulis. Ia juga mengajak kita merenungi nasib dan perasaan perempuan yang dihadapkan pada pilihan yang harus dijalani, seperti menerima pilihan untuk dimadu atau pilihan untuk menjual “madu”.
12/29/2015
Kill the Radio, Sebuah Radio Kumatikan
Judul: Kill the Radio, Sebuah Radio Kumatikan
Jenis: Kumpulan Sajak
Penulis: Dorothea Rosa Herliany
Penerbit: IndonesiaTera
Harga: Rp 50.000
Jenis: Kumpulan Sajak
Penulis: Dorothea Rosa Herliany
Penerbit: IndonesiaTera
Harga: Rp 50.000
TERJUAL
Pertemuan
Judul: Pertemuan
Jenis: Novel
Penulis: John Galsworthy
Penerjemah: Anton Kurnia
& Atta Verin
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tahun: 2004
Harga: Rp 35.000
Jenis: Novel
Penulis: John Galsworthy
Penerjemah: Anton Kurnia
& Atta Verin
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tahun: 2004
Harga: Rp 35.000
TERJUAL
Gairah di Gurun
Judul: Gairah di Gurun
Jenis: Novel
Penulis: Honore de Balzac
Penerjemah: Anton Kurnia
& Atta Verin
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tahun: 2004
Tebal: 99 hlm
Harga: Rp 35.000
Jenis: Novel
Penulis: Honore de Balzac
Penerjemah: Anton Kurnia
& Atta Verin
Penerbit: Nuansa Cendekia
Tahun: 2004
Tebal: 99 hlm
Harga: Rp 35.000
TERJUAL
12/25/2015
Emilie Jawa 1904
Judul: Emilie Jawa 1904
Jenis: Novel
Pengarang : Catherine van Moppes
Penerbit: KPG
Tebal: 494 hlm
Harga: Rp 75.000
Emilie mengikuti Lucien, suaminya, ke Batavia. Berbekal idealisme humanistis negerinya, pengantin baru Prancis ini berhadapan dengan aneka realita yang tak terduga. Semasa tinggal di Belanda, Emilie bersentuhan dengan kaum Indish dan mulai memahami paradoks zamannya, sementara Lucien kian meyakini tugas “luhur” sebagai pejabat kolonial.
Di Singapura, si putri Sungai Garonne ini diselamatkan dari aksi preman jalanan oleh tokoh Cina Baba, yang menyadarkannya akan muslihat Inggris di kota itu. Setiba di Batavia, ketika Jawa mulai bergolak dan Politik Etis merebak, Emilie tak segan-segan melanggar tabu sosial, bergaul dengan siapa saja, baik orang Indo, Cina, pribumi, bahkan aktivis bawah tanah. Jurang pun semakin menganga dengan suaminya. Akan terbawa ke manakah hasrat romantisme dan semangat politik Emilie? Akankah ia justru tenggelam dalam petualangan cinta dengan Anendo, seniman aktivis dari Solor? Ataukah ia kuasa menggapai pencerahan baru?
Buku ini bukan sekadar kisah eksotis, melainkan tuturan tentang awal lahirnya gagasan kebangsaan dan sekaligus rekahnya kesadaran lintas-bangsa. Emilie adalah sisi lain kesadaran baru yang diperjuangkan pula oleh Minke, tokoh dalam Tetralogi Bumi Manusia Pramoedya yang tersohor.
Jenis: Novel
Pengarang : Catherine van Moppes
Penerbit: KPG
Tebal: 494 hlm
Harga: Rp 75.000
Emilie mengikuti Lucien, suaminya, ke Batavia. Berbekal idealisme humanistis negerinya, pengantin baru Prancis ini berhadapan dengan aneka realita yang tak terduga. Semasa tinggal di Belanda, Emilie bersentuhan dengan kaum Indish dan mulai memahami paradoks zamannya, sementara Lucien kian meyakini tugas “luhur” sebagai pejabat kolonial.
Di Singapura, si putri Sungai Garonne ini diselamatkan dari aksi preman jalanan oleh tokoh Cina Baba, yang menyadarkannya akan muslihat Inggris di kota itu. Setiba di Batavia, ketika Jawa mulai bergolak dan Politik Etis merebak, Emilie tak segan-segan melanggar tabu sosial, bergaul dengan siapa saja, baik orang Indo, Cina, pribumi, bahkan aktivis bawah tanah. Jurang pun semakin menganga dengan suaminya. Akan terbawa ke manakah hasrat romantisme dan semangat politik Emilie? Akankah ia justru tenggelam dalam petualangan cinta dengan Anendo, seniman aktivis dari Solor? Ataukah ia kuasa menggapai pencerahan baru?
Buku ini bukan sekadar kisah eksotis, melainkan tuturan tentang awal lahirnya gagasan kebangsaan dan sekaligus rekahnya kesadaran lintas-bangsa. Emilie adalah sisi lain kesadaran baru yang diperjuangkan pula oleh Minke, tokoh dalam Tetralogi Bumi Manusia Pramoedya yang tersohor.
Langganan:
Postingan (Atom)






